Selasa, 29 Mei 2012

KOMPONEN TANAH

Komponen tanah terdiri dari
*   Bahan/material mineral
*   Bahan organik
*   Air 
*   Udara

Bahan Penyusun Tanah
*  Bahan Mineral
          Ukuran Bahan Mineral Tanah
*  Pasir, dengan ukuran 2mm – 50  mikron
*  Debu, dengan ukuran 50 mikron – 2 mikron
*  Lempung, dengan ukuran  < 2 mikron
          Bahan mineral yang lebih besar dari 2 mm terdiri dari kerikil, kerakal atau batu.
*  Jenis Bahan Mineral
*  Mineral primer, yaitu: mineral yang berasal langsung dari batuan yang dilapukkan.
          Mineral primer umumnya terdapat dalam fraksi pasir dan debu.


Jenis Mineral Primer dan Unsur Hara
No.
Mineral
Unsur hara
1.
Kwarsa ( Si O2 )
-
2.
Kalsit
Ca
3.
Dolomit
Ca, Mg
4.
Feldspar : - Ortoklas
                 - Plagioklas
K
Na, Ca
5.
Mica  : - Muskovit
             - Biotit
K
K, Mg, Fe
6.
Amfibole (hornblende)
Ca, Mg, Fe, Na
7.
Pyroksin (Hyperstin, Augit)
Ca, Mg, Fe
8.
Olivin
Mg, Fe.
9.
Leusit
K
10.
Apatit
P

Mineral sekunder, yaitu: mineral bentukan baru yang terbentuk
    selama   proses pembentukan tanah berlangsung.
    Mineral sekunder umumnya terdapat dalam fraksi lempung.

    Jenis Mineral Sekunder : Fe Oksida, Gibsit (aloksida), Haloisit, Kaolinit, montmorillonit dll

*  Bahan Organik
          Umumnya ditemukan dipermukaan tanah
Pengaruh bahan organik terhadap sifat-sifat tanah
*  Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah\
*  Sumber unsur hara N, P, S, unsure mikro dan lain-lainnya.
*  Menambah kemampuan tanah untuk menahan air
*  Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsure-unsur hara (kapasisas tukar kation tanah menjadi tinggi).
*  Sumber energi bagi mikroorganisme.
Jenis Bahan Organik
*  Organik kasar
*  Organik halus atau humus     
*  Air
Beberapa penyebab air dapat berada di dalam tanah
*  diserap oleh masa tanah,
*  tertahan oleh lapisan kedap air,
*  karena keadaan drainase yang kurang baik
Fungsi air bagi pertumbuhan tanaman
*  Sebagai unsur hara tanaman
*  Sebagai pelarut unsur hara
*  Sebagai bagian dari sel-sel tanaman
Persediaan air dalam tanah sangat bergantung  pada
*  air irigasi
*  Banyaknya curah hujan
*  Kemampuan tanah menahan air
*  Besarnya evapotranspirasi
Tingginya muka air tanah


Air dalam tanah dapat dibedakan menjadi
*        Air higroskopis, yaitu air yang diserap oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak dapat digunakan tanaman (terjadi adhesi antara tanah dengan air)
*        Air Kapiler, air dalam tanah di mana daya kohesi (tarik menarik antara butir-burtir air) dan daya adhesi (antara air dengan tanah) lebih kuat dari gravitasi
Istilah menentukan jumlah air tersedia bagi tanaman
*Kapasitas Lapang, adalah kondisi tanah yang cukup lembab yang menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi
*Titik layu permanen, adalah kandungan air tanah di mana akar-akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah, sehingga tanaman menjadi layu
*Air tersedia, adalah selisih antara kadar air pada kondisi kapasitas lapang dikurangi kadar air pada titik layu permananen
Klasifikasi Kelembaban Tanah Berdasarkan Kandungan Airnya

Klasifikasi Kelembaban Tanah
Tegangan
Bar (atm)
PF
·        Jenuh air   ……………………………………………
 Air gravitasi (hilang dari tanah)
·        Kapasistas Lapang …………………………………..
 Air kapiler (dapat diserap oleh tanaman)
·        Titik Layu Permanen ………………………………
 Air Kapiler (tidak dapat diserap tanaman)
·        Koefisien Higroskopis  ………………………………
 Air higroskopis (tidak dapat diserap oleh tanaman)
·        Kering Oven  ……………………………………….
…0…
…..1/3….
…..15….
…..31…..
..10.000...
…..0….
....2,53…
…4,18….
…..4,5…..
…..7,0….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar