Selasa, 29 Mei 2012

Pola Aliran Sungai


*  Pola Dendritik
        Pola aliran yang perkembangannya menyebar ke segala arah dengan percabangan yang teratur.
        Cirinya: pada batuan berstruktur homogen atau struktur horisontal dan berbutir halus; resistensi batuan homogen; permeabilitasnya seragam dan kemiringannya landai; terdapat pada lereng-lereng pegunungan.
        Misal: Batuan shale, lempung, pasir halus, napal, tuff bercampur lempung.
*  Pola Paralel
        Pola aliran yang cabang-cabang sungainya berkembang secara paralel atau hampir paralel.
        Cirinya: pada batuan shale atau clay dengan kemiringan yang nyata; jarak antar cabang sungai beraturan karena pengaruh struktur.
        Pola ini terdapat pada: pantai; aliran lava dan tilted valley.
*  Pola Radial
*  Pola Radial Sentripetal
          Pola aliran dengan sungai-sungai yang mengalir menuju pusat suatu basin/cekungan atau depresi, misal danau atau kaldera/kawah gunung api.
*  Pola Radial Sentrifugal
          Pola aliran dengan sungai-sungai yang mengalir menyebar dari puncak gunung menuju ke bawah. Terdapat pada gunungapi dan pegunungan dome mudaatau berstruktur volkan.
*  Pola Trellis
        Pola aliran yang terjadi pada daerah yang telipat kuat atau batuan berlapis yang berdip, dan menunjukan suatu pola aliran yang paralel dan biasanya mengikuti arah strike batuan.
*  Pola Rektanguler
        Pola aliran yang berkembang mengikuti patahan atau belahan (joint), sungai-sungai lurus dan belokan terjadi secara tiba-tiba membentuk sudut hampir 900.


*  Pola Anuler
        Pola alirannya menyebar dan merupakan peralihan dari pola radial, karena berkembang pada struktur melingkar/dome yang sudah terkikis kuat dan adanya perbedaan resistensi pada perlapisan batuan. Sungai-sungai subsekuen mengikuti pada zone yang kurang resisten.
*  Pola Barbed
        Pola aliran dengan sungai cabang yang membelok kearah hulu, merupakan pola aliran yang menunjukkan penggabungan sungai-sungai kecil ke sungai induk dengan arah belokan ke hulu. Pola ini terjadi pemenggalan sungai oleh patahan yang melintang terhadap sungai-sungai besar, sehingga arah aliran membalik dari sebagian sistemnya.
*  Pola Deranged
        Pola yang terbentuk pada daerah rawa atau dekat danau dengan bentuk tidak teratur, terdapat kombinasi antara drainase permukaan dan bawah permukaan.
*  Pola Contorted
        Pola aliran ini mula-mula sungai utama mengalir ke satu arah kemudian arahnya membalik ke arah hulu. Proses terjadinya kemungkinan karena pengaruh retakan (fracture) pada batuan atau adanya blok-blok batuan dengan berbagai kemiringan.
*  Pola Anguler
        Merupakan hasil modifikasi dari tipe rektangular yang ditandai dengan belokan-belokan tajam sehubungan dengan adanya joint atau patahan. Sungai-sungai cabang lebih kurang paralel dengan sungai utama dengan sudut tumpul. Pola ini terdapat pada batuan sedimen yang granuler seperti sandstone dengan kedudukan hampir horisontal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar